Cap:

 

DEKAT: Ketua Badan KESIRA Kota Malang Arina Nurfinna, SH (kanan) berbincang akrab dengan peserta pap smear dan pengurus KESIRA dan PAC Sukun berfoto bersama usai kegiatan.

 

 

 

 

Pap Smear di Gadang,  Pulang Bawa KTA

 

 

Badan Kesehatan Indonesia Raya (KESIRA) Kota Malang kembali mengggelar Pap Smear dengan metode IV A. Kali ini Pap Smear dilakukan di RW VI, Kelurahan Gadang, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Minggu (8/4) kemarin.

KESIRA tidak sendirian. Melainkan bekerjasama dengan PAC Sukun. Dalam acara yang dilaksanakan di balai RW tersebut, diikuti kurang lebih 70 ibu-ibu. Istimewanya, seluruh peserta pap smear tersebut langsung mendapat sebagai anggota Partai Gerindra. “Mereka langsung mendapatkan kartu tanda anggota (KTA),” ujar Sekretaris DPC Partai Gerindra Kota Malang Drs. A. Taufiq Bambang DHT.

Sebelum dilakukan pemeriksaan, mereka terlebih dahulu mendapatkan penyuluhan dari Ketua Badan KESIRA Pusat, Prof Dr dr Sardjana SpOG (K), SH. Sejumlah fungsionaris DPC Partai Gerindra juga tampak hadir. Di antaranya, Ketua DPC Widya Farid Iskandar, sekretaris DPC Drs. A. Taufiq Bambang DHT, Waket Yudho Prihantono, SH, Heru Purnomo, Ciwon Budiono dan Eko Yulianto. Juga tampak hadir anggota DPRD Kota Malang dari dapil Sukun, Dra RM Een Ambarsari.

Pap smear ini merupakan kali kedua. Sebelumnya, KESIRA sudah menggelar acara serupa di Kelurahan Arjosari, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

KESIRA membawa tim medis yang terdiri dari satu dokter dan dua paramedis. Peserta pap smear harus antre sebelum mendapat giliran diperiksa. “Alhamdulillah, semua berjalan lancar dan tertib,” tandas Arifin, ketua PAC Sukun.

Ketua Badan KESIRA Kota Malang Arina Nurfina, SH mengaku puas dengan sambutan dari masyarakat.  Apalagi, mereka langsung mendafatarkan diri sebagai anggota Partai Gerindra.

Dijelaskannya, sebagai mesin pembunuh nomor dua, kanker leher rahim harus dideteksi sejak dini. Yakni dengan melakukan pap smear. Dengan demikian, bagi yang terindikasi mengindap, bisa dilakukan tindakan medis. “Pada stadium dini bisa sembuh seratus persen,” ujar Arina, panggilan akrab Arina Nurfinna, SH. “Stadium dini tidak ada gejala klinisnya. Ini yang harus diwaspadai oleh ibu-ibu,” tambahnya.

Dijelaskannya, mereka yang berisiko kena kanker leher rahim ini adalah mereka yang berhubungan seks sebelum 18 tahun. Kemudian sering berganti pasangan, ibu yang melahirkan banyak anak, kebersihan alat kelamin kurang terjaga, sering infeksi di daerah kelamin, merokok dan polusi.

Sebenarnya, lanjut Arina, sejak tahun 2007 sudah beredar kanker leher rahim. Namun harganya yang cukup mahal membuat vaksin ini kurang diminati. “Lebih bagus diberikan pada wanita yang belum melakukan hubungan badan,” papar Arina.

Dikatakan Arina, gejala kanker leher rahim adalah pendarahan ringan pasca senggama, keputihan yang tidak kunjung sembuh, bau busuk seperti nanah, nyeri pada panggul dan tidak bisa buang air kecil (BAK). “Kalau ada gejala seperti itu sebaiknya segera periksa ke dokter kandungan dan kebidanan,” saran wanita yang masih tampak awet muda tersebut.  (bppm gerindra)

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s